4Resep Menuju Kemenangan. 4 Resep Menuju Kemenangan Oleh: Abdullah Saleh Hadrami / ASH Al-Imam Al-Allamah Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitabnya “Ighatsatul Lahafan” menjelaskan 4 resep menuju kemenangan yang apabila sudah kita.
loading...Tak terasa 50 hari lagi, bulan suci Ramadhan akan menyapa umat Islam. Foto/SINDOnews Belum hilang memori indahnya Ramadhan 1441 H, kini umat Islam akan kembali kedatangan tamu istimewa tersebut. Hari ini kita telah masuki hari ke-10 bulan Rajab 1442 Hijriyah bertepatan Senin, 22 Februari 2021. Dengan demikian, 50 hari lagi bulan suci Ramadhan akan menyapa umat Islam. Sudahkan kita siap menyambutnya? Menurut perhitungan kalender Hijriyah, awal Ramadhan 1442 Hijriyah akan jatuh pada Hari Selasa 13 April 2021. Namun, kepastiannya masih menunggu Rukyatul Hilal dari Kementerian Agama. Baca Juga Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi rahimahullah berkata "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam. Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman, dan Ramadhan adalah bulan panen tanaman tersebut".Beliau juga mengatakan "Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, perumpamaan bulan Sya'ban seperti awan. Sedangkan perumpamaan bulan Ramadhan adalah seperti hujan". Lathaiful Ma'arif Hal 121Seperti diketahui, Rajab merupakan bulan yang diagungkan Allah bersama tiga bulan lainnya Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram. Para ulama menyifati Rajab sebagai bulan bertobat dan memperbanyak istighfar. Dalam satu Hadis Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda "Sesungguhnya Rajab adalah Bulannya Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku." Jika dianalogikan, Rajab bulan Istighfar; Sya'ban bulan memperbanyak bersholawat; Ramadhan menghidupkan Al-Qur'an. Rajab merupakan pintu gerbang menuju bukan suci Ramadhan. Para salafussaleh terdahulu, setiap menjelang Ramadhan mereka melakukan persiapan yang luar biasa. Syekh Al-Fauzan pernah ditanya "Bagaimana keadaan salafussaleh menyambut bulan yang agung ini? Beliau berkata "Keadaan salaf di bulan Ramadhan, sebagaimana hal itu telah tercatat dalam kitab-kitab yang diriwayatkan dengan sanad yang terpercaya. Para salaf senantiasa memohon kepada Allah agar menyampaikan/mengantarkan mereka sehingga bisa menjumpai Ramadhan, yaitu sebelum masuknya bulan itu."Mereka meminta kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Hal ini mengingat besarnya keutamaan dan kebaikan yang terdapat dalam bulan sabar tersebut. Sebagian ulama salaf mengatakanكَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ"Mereka para sahabat berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan." dalam Lathaaiful Ma’arif hal. 232 Baca Juga Berikut Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan1. Memperbanyak BerdoaSelain bertobat kepada Allah dan memohon pengampunan dari dosa-dosa di bulan haram, umat Islam selayaknya memperbanyak doa dan istighfar menejelang Ramadhan. Diriwayatkan dari Sayyidina Anas bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika memasuki bulan Rajab berdoaاَللّٰهُمَّ بَارِكۡ لَنَا فِيۡ رَجَبَ وَشَعۡبَانَ وَبَلِّغۡنَا رَمَضَانَ"Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadan".Dari Yahya bin Abi Katsir, seorang ulama tabiin bahwa beliau mengatakan, di antara doa sebagian sahabat menjelang Ramadhanاَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً"Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan." Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 2642. Bersemangat dan Memperbanyak IstighfarSalah satu kebiasaan para sahabat dan ulama salaf ketika menyambut bulan suci Ramadhan adalah mereka memperbanyak istighfar dan bersemangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Salah satu lafaz istighfar yang masyhur adalahاَللّٰهُمَّ اغۡفِرۡلِيۡ وَارۡحَمۡنِيۡ وَتُبۡ عَلَيَّ"Ya Allah, ampunilah dosaku, sayangi aku dan terimalah tobatku"Umat Islam diperintahkan agar menyiapkan bekal sebelum datangnya Ramadhan, salah satunya memperbanyak amal saleh dan meninggalkan maksiat. Ini sebagaimana firman-Nya
Ramadan Rasi Bintang. Roket. Rosetta. Rusia. Sabuk Kuiper. Saraswati. Satelit. Satelit Alami. Saturnus. Serba-serbi. Sigma Octantis. 100 Hari Menuju Gerhana Bulan Parsial 17 Juli 2019 Info Astronomy - Tepat hari ini 100 hari lagi, peristiwa gerhana Bulan parsial akan terjadi dan bisa diamati di seluruh Indonesia. Siap untuk mengamatinya?
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. 100 Hari Menuju Ramadan 2022Puasa Ramadan ibaratnya lomba lari maraton. Kalau kita pernah mengikuti maraton, kita tahu bahwa tanpa latihan, kita akan sulit mencapai garis akhir. Jangankan mencapai garis akhir, mungkin saja di pertengahan jalan kita sudah menyerah. Disiplin, dan upaya yang kita lakukan sebelumnya untuk mempersiapkan diri mengikuti maraton tidak hanya menentukan apakah kita berhasil mencapai garis finish, tetapi juga dalam kondisi seperti pula dengan puasa Ramadan. Tanpa persiapan sebelumnya, kita akan menjalani ibadah puasa wajib tersebut dengan berat hati dan susah payah. Tanpa mempersiapkan diri sebaik-baiknya sejak jauh-jauh hari, ibadah puasa Ramadan kita hanya akan bermuara tanpa makna. Bagaimana cara mempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh berkah ini agar kita bisa menikmati ibadah puasa Ramadan dengan kondisi terbaik? Cara terbaik adalah dengan mengevaluasi kebugaran fisik, mental dan spiritual kita sebelum memasuki bulan Ramadan. Hal ini akan membantu kita menempatkan upaya terbesar yang harus kita lakukan sepanjang bulan ini hingga memasuki awal bulan penuh ampunan. 3 Persiapan Menyambut Ramadan 2022Berikut beberapa persiapan yang harus kita lakukan dalam 100 hari menuju Ramadan 20221. Persiapan FisikDalam lomba maraton, kalau kita tidak pernah menggerakkan kaki untuk melangkah dan berlari, lomba yang kita jalani akan terasa begitu berat. Sama halnya dengan ibadah puasa sunah sebelum bulan Ramadan datang adalah cara terbaik untuk melatih fisik kita sebelum ditempa puasa wajib sebulan penuh. Kita bisa melakukan puasa sunah Senin-Kamis selama bulan Syaban agar tubuh kita tidak terkejut menerima perubahan mendadak yang terjadi saat kita puasa sebulan penuh. Rasulullah Saw berpuasa di bulan Syaban lebih dari bulan lainnya, selain Persiapan Mental Tetapkan tujuan utama kita selama Ramadan. Apakah kita hanya ingin sekedar menahan lapar dan haus, atau ingin meraih ridho dan pengampunan Allah?Buatlah daftar doa yang ingin kita panjatkan kepada Allah. Sebuah doa besar untuk memulai adalah meminta Allah untuk memberi kita Ramadan yang diberkati dan diterima, sehingga kita bisa mengakhiri Ramadan dengan tingkat iman yang lebih tinggi Persiapan RohaniBerkomitmen untuk lebih baik dari Ramadan sebelumnya. Pikirkan tindakan mana yang dapat kita tambahkan ke upaya spiritual kita agar kita dapat lebih mendekatkan diri taqarrub kepada Allah. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
Pagihari setelah sarapan, Persiapan check out hotel. Setelah shalat dzuhur berjama’ah (di Jama’ dengan Ashar) segera kembali ke hotel untuk makan siang. Pukul 14.00 Jama’ah kumpul di Lobby untuk check out hotel kemudian bertolak menuju Bandara Internasional Madinah, Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz untuk penerbangan pulang menuju tanah air.
Apabila seseorang menyambut orang, menyambut momen atau menyambut sesuatu yang mengembirakan, tentu ia akan mempersiapkan diri dan mempersiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya. Demikian juga seseorang yang akan menyambut “tamu agung” yaitu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan di dalamnya, maka sudah barang pasti sepantasnya kita mengagungkannya dengan ilmu yang mumpuni Sebab kita tahu, amaliah di dalam bulan suci, akan dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala . Sahabat, sekali lagi– cara terbaik untuk menyambut Ramadhan adalah dengan ilmu yaitu belajar lagi hal terkait degan Ramadhan. Mulai dari keutamaan, hukum-hukum dan ibadah yang disyariatkan di bulan Ramadhan. Islam adalah agama yang mulia dan dibangun di atas ilmu, bukan di atas tradisi atau perasaan. Jika ingin beramal dan berkata harus dengan ilmu. Oh iya, momen apa sih yang sahabat rindukan saat Ramadhan? Boleh di share di kolom komentar, ya 🙂 Post navigation
Baca “Doa Iftitah Ramadhan ‹ Doa Ramadhan Hari Ke-9 Menziarahinya Kunci Menuju Surga; 2 Kisah Karamah Fatimah Zahra a.s. Kisah Sepasang Pengantin; Aqidah. Imam Zainal Abidin pasca Peristiwa Karbala; Syarat Tunggal Mematuhi Nabi SAW; Sosok Imam Ali bin Abi Thalib a.s. dalam Pandangan Sejarah;
Seratus Hari Menjelang Ramadhan 1443 H, Siapkah Kita? Alhamdulillah tak terasa Ramadhan sebentar lagi sahabat UMV… Seratus hari lagi kita akan bertemu dengan bulan yang penuh berkah dan menjadi ladang untuk beramal. Bulan dimana kita saling berlomba-lomba dalam beramal dan kebaikan. Bulan dimana pahala kita dilipat gandakan. Bersama menyambut Seratus Hari Menjelang Ramadhan 1443 H, LSM Ummi Maktum Voice terus bersemangat dalam menebarkan Al-Quran Braille bagi Insan Tunanetra di seluruh pelosok Nusantara. Melangkah bersama para muwakif, kembali kami bersiap untuk mendistribusikan 1000 Set Al-Quran Braille bagi 1000 Insan Tunanetra Ramadhan 1443 H di Indonesia. Program ini dilakukan untuk menurunkan tingginya angka buta huruf Al-Quran Braille yang ada di Indonesia. Mari bersama menyambut Bulan Suci Ramadhan 1443 H dengan semangat ibadah bersedekah. Gerakan Wakaf Al-Quran Braille bersama LSM Ummi Maktum Voice dapat menjadi solusi bagi Muwakif untuk membantu sahabat Tunanetra agar dapat membaca Al-Quran dengan menggunakan Al-Quran Braille. LSM Ummi Maktum Voice Membuka Mata Hati Menghadirkan Al-Qur’an Didalam Hati Informasi Lengkap Facebook dan Website WA 022 522 8552 Instagram ummimaktumvoice Youtube Al Quran Braille Official Tik Tok ummimaktumvoice
Sesuaiwaktu masing-masing. Agar tidak mengurangi pahala puasa, berikut jadwal imsak lengkap dengan jadwal salat subuh hingga salat isya di Kota Palopo hari ini 18 Ramadhan, Rabu 20 April 2022. Mengutip jadwal Bimas Islam Kementerian Agama RI: Baca Juga: Jadwal Salat dan Imsakiyah Jakarta Hari Ini 19 April 2022. IMSAK 04:32.
Pada kurun waktu selama awal tahun 2020 sampai purna dan tergantikan oleh tahun 2021. Banyak hal yang telah terjadi dari segala sudut kehidupan dan turut merubah habit hidup kita. Bukan hanya mengenai kasus covid-19, namun juga terjadinya demonstrasi dan pergolakan yang terjadi akhir-akhir ini untuk menentang rezim semi otoritarian yang di pimpin presiden Jokowi. Adapun koleksi peristiwanya dimulai dari lockdown di daerah-daerah, bencana banjir, gunung meletus dan bencana non alam yakni kasus korupsi bansos, pelanggaran HAM dan seribu peristiwa lainnya yang tak bisa disebutkan di sini. Dampaknya kini ternyata umat selalu sibuk membahas isu dan konflik terkini sehingga secara tak sadar kita melupakan hal yang justru harus dipersiapkan bahwa sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan. Terhitung dari tulisan ini dimuat, adalah 100 hari menuju bulan suci Ramadan . Memang Tak terasa yang namanya waktu, di mana ia cepat dan terus berjalan. Menebas tanpa pedang dan membunuh tanpa terasa. *** Kini umat Islam hanya tinggal melewati dua bulan menuju Ramadan, yakni bulan Rajab dan Sya’ban. Sekarang sudah memasuki pertengan jumadil awal menuju jumadil akhir. Bulan Jumadil awal ini umat memasuki musim basah. Tetapi bukan musim hujan saja, melainkan musim basah pipi umat akibat bencana alam, dan korupsi yang menimpa bangsa ini dengan istiqomah dalam tahun pandemi ini. Selanjutnya, Bulan Jumadil Akhir yang terdiri dari 29 hari dan memiliki nama lain yaitu Jumadil Tsaniyah. Nama bulan ini berasal dari di sambutnya bulan baru yang bebasnya masa sulit yang di awali pada Jumadil Awal. Dalam arti bulan ini, semoga benar menjadi babakan baru untuk bangkit dari wabah pandemi dan wabah koruptor yang semakin merajalela. Menyambut Bulan Ramadan Beberapa hari di tahun 2021 telah bergulir hampir separuh perjalanan. Itu artinya waktu semakin mendekati bulan Ramadan. Sudah maklum bagi umat Islam merindukan bulan Ramadan. Bulan Ramadan memang istimewa terutama bagi umat muslim yang menyambutnya dengan berbagai bentuk, ada yang dengan menyambutnya di media sosial, lomba-lomba islami, buka bersama, sahur bersama dan bahkan tv nasional berlomba-lomba menampilkan iklan minuman sirup yang sangat identik di bulan Ramadan. Bukan hanya itu, hal ini bisa kita rasakan pada kehidupan di sekitar kita. Tidak hanya harga sembako yang secara perlahan tapi pasti mulai beranjak naik, tetapi juga semangat ibadah semua orang dari anak-anak hingga nenek-nenekpun semakin bertambah. Bahkan masjid dan mushalla mulai berbenah diri untuk menyambut, tarawih, tadarrus dan buka bersama. Ups, Ternyata itu semua terjadi di kurun beberapa tahun yang lalu. Karena kegiatan ataupun bincang-bincang persiapan menuju bukan ramadan, dalam masa terasa asing di telinga umat. Lantas kenapa itu bisa terjadi? Jawaban ada pada kehidupan sehari-sehari kita yang semakin jauh dari nilai-nilai agama. Bahkan tidak pandang bulu dari yang muda sampai tua mulai melupakan esensi beragama. Mari kita mengakui, termasuk diri penulis sendiri. Amalan-amalan dalam Menyambut Bulan Ramadan Lantas amalan-amalan apa yang sebaiknya di lakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadan ini? Pertama-tama ialah amalan hati , karena ini amalan terpenting karena berkaitan pada niat menyambut bulan Ramadan dengan lapang hati ikhlas dan gembira. Karena hal itu dapat menjauhkan diri dari api yang panasnya tujuh puluh kali dari api di bumi. Pada hadits yang termaktub dalam Durrotun Nasihin menjelaskan dengan. مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ Artinya Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. Bagaimanapun kondisi kita, sampai kepada Ramadhan adalah kebahagiaan yang luar biasa, karena hanya di bulan itu kita bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak terkira. Tidak mengherankan jika kemudian Nabi saw dan para sahabat menyambut Ramadan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis. Gaya nabi dan para sahabat semoga menular pada kita dan bisa kita duplikasi dalam kehidupan nyata. Kedua, berziarah ke makam orangtua; mengirim doa untuk mereka yang sudah tiada. Menurut orang Jombang, daerah kelahiran saya, kegiatan ini dikenal dengan istilah kirim dongo poso, yaitu mengirim doa untuk para leluhur dan sekaligus bertawassul kepada mereka semoga di beri keselamatan dan berkah dalam menjalankan puasa selama sebulan mendatang. Tawassul dalam berdo’a merupakan anjuran dalam Islam. Sebagaimana termaktub dalam Surat al-Maidah ayat 35 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Artinya Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. al-Maidah 35. Di riwayatkan pula dari sahabat Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulallah Muhammad ketika menguburkan Fatimah binti Asad, ibu dari sahabat Ali bin Abi Thalib, beliau berdoa اَللَّهُمَّ بٍحَقٍّيْ وَحَقِّ الأنْبٍيَاءِ مِنْ قَبْلِيْ اغْفِرْلأُمِّيْ بَعْدَ أُمِّيْ Artinya Ya Allah dengan hakku dan hak-hak para nabi sebelumku, Ampunilah dosa ibuku setelah Engkau ampuni ibu kandungku. Abu Naim, dan al-Haitsami dan lain-lain. *** Ketiga, saling memaafkan. Memaafkan memang tidak mudah, butuh proses dan perjuangan untuk melakukannya, namun hanya kebaikan bagi diri kita dan bagi orang lain yang akan menjadikan memaafkan menjadi sesuatu yang mungkin dilakukan. Para ahli psikologi mempercayai bahwa memaafkan memiliki efek yang sangat positif bagi kesehatan. Singkatnya, maaf itu mudah dan maaf itu mahal. Mengingat bulan Ramadan adalah bulan suci, maka tradisi bersucipun menjadi sangat seseuai ketika menghadapi bulan Ramadhan. Baik bersuci secara lahir seperti membersihkan rumah, pekaranga dan mengecat kembali mushalla, maupun bersuci secara bathin yang biasanya di terjemahkan dengan saling memaafkan antar sesama umat muslim. Terutama keluarga, tetangga dan kawan-kawan. Hal ini sesuai dengan anjuran Islam dalam al-Baqarah ayat 178; …فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ Maka, barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah yang memaafkan mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah yang diberi maaf membayar dia kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.QS. 2178 *** Menurut sebuah hadis shahih, Nabi Muhammad saw pernah menganjurkan agar siapa yang mempunyai tanggung jawab terhadap orang lain, baiknya itu menyangkut kehormatan atau apa saja, segera menyelesaikannya di dunia ini, sehingga tanggung jawab itu menjadi bebas bisa dengan menebus, bisa dengan meminta halal, atau meminta maaf. Sebab nanti di akherat sudah tidak ada lagi uang untuk tebus menebus. Dengan kata lain, jika seseorang ingin bebas dari kesalahan sesama manusia, hendaklah meminta maaf kepada yang bersangkutan. Begitu pula jika seseorang menginginkan kesucian diri guna menyambut bulan yang suci maka hendaklah saling memafkan. Pendek kata maaf adalah reoni hati yang isinya berdamai pada kenyataan dan melebur menjadi senyuman. Berikut, di atas adalah tiga kiat menuju Ramadan. Bagaimanapun, lapang hati, berziarah, dan memaafkan adalah sebuah hal yang mulai asing kita lakukan dalam era modern yang penuh persaingan ini. Meski umat muslim selalu bertempur di persaingan dunia, kiranya juga berlomba-lomba untuk menyiapkan kehidupan di akhirat. Sebagai ikhtitam, semoga shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan kepada penghulu kita, Muhammad, serta keluarganya dan para sahabatnya seabadi kerajaan Allah. Terakhir, saya tidak punya kesimpulan apa-apa, semoga ada yang bergetar di lubuk hati ketika tulisan ini dibuat. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. Editor Lailatul Qoderia
Contohdigitalisasi pelayanan kepolisian yang presisi adalah Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Program ini sebagai upaya menuju road safety, karena dapat merekam Traffic Attitude Record (TAR). Meningkatkan ketertiban untuk mengurangi potensi fatalitas kecelakaan. Membangun kebudayaan yang menunjang keselamatan semua pihak di lalu lintas.
loading...Umat Islam harus menyiapkan bekal menyambut datangnya bulan suci Ramadhan April 2022 mendatang. Foto/Ist Ramadhan adalah bulan yang selalu dirindukan umat Islam di dunia. Tidak terasa bulan suci Ramadhan tahun ini tinggal 55 hari lagi. Berdasarkan kemungkinan Rukyatul Hilal Global, 1 Ramadhan 1443 Hijriyah jatuh Hari Ahad, 3 April 2022. Sedangkan kalender yang dikeluarkan Muhammadiyah awal Ramadhan akan jatuh Hari Sabtu 2 April 2022. Untuk kepastiannya nanti kita tunggu Rukyatul Hilal penetapan awal Ramadhan dari Kementerian ini kita sudah memasuki malam keenam bulan Rajab 1443 Hijriyah, Ahad 6/2/2020 atau malam kelima Rajab menurut perhitungan PBNU. Rajab merupakan pintu gerbang menuju bulan suci diketahui, para ulama menyifati Rajab sebagai bulan bertaubat dan memperbanyak istighfar. Dalam satu Hadis Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda "Sesungguhnya Rajab adalah bulannya Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku."Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi mengatakan Rajab adalah bulan untuk menanam. Sya'ban bulan menyirami tanaman, dan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman tersebut. Perumpamaan lain disebutkan "Bulan Rajab seperti angin, Sya'ban seperti awan. Sedangkan Ramadhan seperti hujan". Lathaiful Ma'arif Hal 121Persiapan Menuju RamadhanApa yang harus kita siapkan menyambut bulan penuh berkah tersebut? Tradisi di kalangan muslim Indonesia sebelum masuk Ramadhan biasanya sibuk menyiapkan makanan, menu bukaan, perlengkapan ibadah dan lainnya. Selain itu, masjid-masjid juga menggelar kajian menyambut Ramadhan yang dikenal dengan istilah "Tarhib Ramadhan".Para salafussaleh terdahulu, ketika menjelang Ramadhan mereka melakukan persiapan luar biasa. Syekh Al-Fauzan pernah ditanya "Bagaimana keadaan salafussaleh menyambut bulan yang agung ini? Beliau berkata "Keadaan salaf di bulan Ramadhan, sebagaimana hal itu telah tercatat dalam kitab-kitab yang diriwayatkan dengan sanad yang terpercaya. Para salaf senantiasa memohon kepada Allah agar menyampaikan mengantarkan mereka sehingga bisa menjumpai Ramadhan, yaitu sebelum masuknya bulan itu."Selain memperbanyak istighfar, mereka senantiasa berdoaاَللّٰهُمَّ بَارِكۡ لَنَا فِيۡ رَجَبَ وَشَعۡبَانَ وَبَلِّغۡنَا رَمَضَانَ"Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami kepada bulan Ramadan".Berikut 3 Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan1. Persiapan Nafsiyah kejiwaanMaksudnya menyiapkan hati dan jiwa sebelum datangnya Ramadhan. Salah satunya dengan hati yang gembira dan bahagia saat menyambut bulan suci Ramadhan. Kesiapan jiwa ini sangat penting termasuk berniat untuk sungguh-sungguh mengisi Ramadhan dengan beribadah dan berlomba-lomba dalam beramal saleh. Ciptakanlah suasana hati yang nyaman, dan bergembiralah menyambut Ramadhan. 2. Persiapan Fikriyah ilmuFikriyah disebut juga Aqliyah atau akal. Umat Islam harus menyiapkan wawasan keilmuannya sebelum memasuki bulan Ramadhan. Setiap muslim wajib mempelajari Fiqh ash-Shiyam atau ilmu yang berkaitan dengan puasa. Dengan mengetahui ilmu fiqih puasa, maka akan memudahkan kita menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan pun menjadi Persiapan Jasadiyah fisikSelain hati dan ilmu, persiapan fisik juga tak kalah pentingnya. Apalagi aktivitas di bulan Ramadhan membutuhkan kekuatan fisik yang prima. Dengan fisik yang kuat, umat muslim dapat menjalankan amalaiyah Ramadhan seperti puasa, Qiyamul Lail tarawih, tadarus baca Al-Qur'an. Selain tiga persiapan di atas, ada satu hal lagi yang perlu kita siapkan. Yaitu persiapan materi. Materi di sini maksudnya bukan untuk beli pakaian lebaran atau ongkos mudik. Tetapi ditujukan untuk kepentingan ibadah, seperti zakat, infaq, sedekah dan memberi makan orang berpuasa. Apalagi Ramadhan dikenal sebagai bulan berbagi untuk bersedekah.Dalam satu Hadis, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu."Dari Abu Hurairah bahwa Nabi juga bersabda ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu." HR Al-Bukhari Baca Juga rhs
Bacadoa doa khusus berikut ini mulai dari hari ke 20 hingga hari ke 30 Ramadan. Dibaca setelah melaksanakan Sholat Fardhu. Melansir Banjarmasin Post berjudul "Kumpulan Doa Harian Selama 30 Hari di Bulan Ramadhan Bahasa Arab dan Latin" dari blogkhususdoa.com, berikut ini adalah kumpulan doanya:
100 Hari Menuju Ramadan 2022Puasa Ramadan ibaratnya lomba lari maraton. Kalau kita pernah mengikuti maraton, kita tahu bahwa tanpa latihan, kita akan sulit mencapai garis akhir. Jangankan mencapai garis akhir, mungkin saja di pertengahan jalan kita sudah menyerah. Disiplin, dan upaya yang kita lakukan sebelumnya untuk mempersiapkan diri mengikuti maraton tidak hanya menentukan apakah kita berhasil mencapai garis finish, tetapi juga dalam kondisi seperti pula dengan puasa Ramadan. Tanpa persiapan sebelumnya, kita akan menjalani ibadah puasa wajib tersebut dengan berat hati dan susah payah. Tanpa mempersiapkan diri sebaik-baiknya sejak jauh-jauh hari, ibadah puasa Ramadan kita hanya akan bermuara tanpa cara mempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh berkah ini agar kita bisa menikmati ibadah puasa Ramadan 2022 dengan kondisi terbaik?Cara terbaik adalah dengan mengevaluasi kebugaran fisik, mental dan spiritual kita sebelum memasuki bulan Ramadan. Hal ini akan membantu kita menempatkan upaya terbesar yang harus kita lakukan sepanjang bulan ini hingga memasuki awal bulan penuh Persiapan Menyambut Ramadan 2022Berikut beberapa persiapan yang harus kita lakukan dalam 100 hari menyambut Ramadan 2022Persiapan FisikDalam lomba maraton, kalau kita tidak pernah menggerakkan kaki untuk melangkah dan berlari, lomba yang kita jalani akan terasa begitu berat. Sama halnya dengan ibadah puasa sunah sebelum bulan Ramadan datang adalah cara terbaik untuk melatih fisik kita sebelum ditempa puasa wajib sebulan penuh. Kita bisa melakukan puasa sunah Senin-Kamis selama bulan Syaban agar tubuh kita tidak terkejut menerima perubahan mendadak yang terjadi saat kita puasa sebulan penuh. Rasulullah Saw berpuasa di bulan Syaban lebih dari bulan lainnya, selain MentalTetapkan tujuan utama kita selama Ramadan. Apakah kita hanya ingin sekedar menahan lapar dan haus, atau ingin meraih ridho dan pengampunan Allah?Buatlah daftar doa yang ingin kita panjatkan kepada Allah. Sebuah doa besar untuk memulai adalah meminta Allah untuk memberi kita Ramadan 2022 yang diberkati dan diterima, sehingga kita bisa mengakhiri Ramadan dengan tingkat iman yang lebih tinggi RohaniBerkomitmen untuk lebih baik dari Ramadan sebelumnya. Pikirkan tindakan mana yang dapat kita tambahkan ke upaya spiritual kita agar kita dapat lebih mendekatkan diri taqarrub kepada amal ibadah kita. Bagi sebagian orang mungkin salat sunah, bagi sebagian yang lain mungkin dengan bersedekahTingkatkan bacaan Al-Quran kita. Bila perlu lengkap dengan terjemahan agar kita bisa memahami ayat-ayat Allah dan dapat menjadi pendorong semangat ibadah zikir mengingat Allah. Bicaralah kepada Allah, Mintalah kepada-Nya, & Bersyukurlah kepada-Nya. Hubungkan diri kita dengan Sang Pencipta di dalam dan di luar doa. Lakukan secara konsisten dan 3 Persiapan Berikut untuk menyambut datangnya bulan Ramadan 2022Miliki Rencana Pasca RamadanKembali ke analogi lari marathon, bukankah sangat mubazir jika setelah berlatih dan sampai di garis finis, kita malah melangkah mundur?Saat Idul Fitri, kita berada dalam kondisi terbaik secara fisik, mental dan spiritual berkat latihan sebelum dan selama Ramadan. Manfaatkan momentum itu untuk mempertahankan pencapaian ibadah kita dan membangunnya dengan lebih baik lagi daripada ingatlah bahwa tidak seperti lari sprint, dalam maraton, yang lambat dan mantaplah yang memenangkan perlombaan. Pacu diri kita karena potensi untuk mendapatkan hadiah terbesar terletak pada 10 hari dan malam Allah mengizinkan kita untuk mendapatkan manfaat dari berkah bulan ini, dan semoga Dia menerima upaya dan doa kita untuk mencari kedekatan dengan-Nya. ini sudah ditayangkan di Kompasiana
Dimana Rasulullah Saw bersabda: “Diangkat (hukum atau dosa) dari umatku karena silap (keliru), karena lupa atau karena dipaksa” (HR. Ibnu Hibban). Ada pula hadis lain yang berbunyi: “ Barangsiapa berbuka puasa pada suatu hari dari hari-hari bulan Ramadan karena lupa, maka ia tidak wajib qadla dan tidak pula wajib membayar kifarat.” (HR.
Konten tidak orisinal/melanggar hak cipta Hate speech/menyerang/merugikan pihak lain Vulgar/menimbulkan perasaan tidak nyaman pornografi, darah, data privat, dsb Mengandung berita bohong/hoaks/misinformasi Promosi aktivitas ilegal/berbahaya judi, aborsi, investasi bodong, bunuh diri, dsb
Haltersebut terungkap saat opening ceremony Gerakan Menuju 100 Smart City di Hotel Santika [] Gerakan menuju smart city untuk peradaban yang cerdas. Jadwal Imsakiyah Kota Tangsel Ramadan 1443 Hijriah. Pamulang. 7 Lokasi Salat Iduladha 2022 Muhammadiyah di Tangsel Tangerang Selatan 3 hari ago. Iduladha 1443 H, Polres Tangsel Salurkan
Restoran dan warung makan di Kota Bandung diperkenankan untuk tetap buka pada siang hari selama bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah. Kondisi jalan dr. Soetomo menuju Simpang Empat Lembuswana Samarinda, Kalimantan Timur saat ini direndam genangan banjir. July, 17 2022.
Apalagidi malam hari wahana ini akan berhiaskan lampu-lampu yang indah dan mempesona. Setelah itu ambil arah utara yang menuju ke Jl. Magelang. Ikuti jalan hingga bertemu papan petunjuk Sindu Kusuma Edupark. Perkenalkan nama saya Fitrantio Wahyu Ramadhan, perwakilan dari Sindu Kusuma Edupark.
QXeRo. xwhct7l25o.pages.dev/880xwhct7l25o.pages.dev/171xwhct7l25o.pages.dev/228xwhct7l25o.pages.dev/846xwhct7l25o.pages.dev/368xwhct7l25o.pages.dev/475xwhct7l25o.pages.dev/955xwhct7l25o.pages.dev/750
100 hari menuju ramadhan