Dilansirdari Cleveland Clinic, berikut adalah bagian-bagian jantung dan fungsinya. Baca juga: 5 Fungsi Darah bagi Tubuh Manusia. 1. Perikardium. Perikardium adalah otot yang berkontraksi (meremas) dan rileks untuk mengirim darah ke seluruh tubuh. Lapisan jaringan otot yang disebut septum membagi perikardium menjadi sisi kiri dan kanan.
Sterilisasi menjadi prosedur wajib di lingkungan medis baik rumah sakit, klinik dan pusat – pusat layanan medis lainnya. Hal ini tentu bertujuan untuk membuat masyarakat pengunjung rumah sakit serta elemen yang terdapat di dalamnya merasakan ketenangan dan kenyamanan serta rasa takut akan penularan penyakit. Kita mengenal ada dua macam alat sterilisasi alat medis yang digunakan di rumah sakit, sterilisator kering dan autoclave, mau pilih yang mana ? Kita simak ulasan singkat tentang beberapa perbedaan antara sterilisator kering dry heat sterilizer dan Autoclave. Kedua alat tersebut sama – sama digunakan pada metode sterilisasi fisik dengan pemanasan. Bedanya, yang satu panas kering dan yang lainnya panas uap. Namun kita tidak mengenal secara detail tentang karakteristik masing – masing alat ini. Yang kita tahu, keduanya dapat dan bisa digunakan untuk sterilisasi alat – alat kesehatan di rumah sakit, laboratorium dan juga klinik. Secara umum, kedua alat ini sudah pernah kita bahas pada postingan yang lalu tentang macam – macam alat sterilisasi. Hanya saja, kita tidak membahas secara mendetail. Hanya di bagian permukaannya saja. Barangkali anda membutuhkan informasi lebih detail mengenai dua jenis alat ini sehingga anda akan bisa memilih mana alat sterilisasi yang tepat untuk rumah sakit atau klinik anda. Dry Heat Sterilizer Sterilisator Kering Sterilisator kering juga termasuk alat sterilisasi yang banyak digunakan dalam dunia medis. Unutk mensterilkan alat – alat medis dari mikroba berbahaya hingga tingkat spora alat ini harus mencapai suhu tinggi. Setidaknya kurang lebih harus mencapai 170 °C dalam waktu kurang lebih selama 1 jam 60 menit. Namun demikian, sterilisator kering sangat cocok digunakan untuk mensterilkan peralatan – peralatan yang terbuat dari logam. Khususnya benda – benda tajam karena tidak merusak ketajaman. Selain benda – benda yang terbuat dari logam, sterilisator kering juga efektif digunakan untuk mensterilkan benda – benda yang mengandung unsur bubuk, lemak, atau minyak. Peralatan yang terbuat dari bahan kaca, hidrofobik juga baik distrilkan menggunakan alat sterilisasi ini. Seharusnya kita sudah sangat mengenal alat ini. Sudah begitu banyak pembahasan mengenai Autoclave mulai dari Bagian – Bagian Autoclave, Jenis Autoclave hingga contoh prosedur penggunaan autoclave untuk sterilisasi. Berbeda dari sterilisator kering, Autoclave menggunakan suhu tinggi dan juga tekanan tinggi untuk menghancurkan mikroba berbahaya seperti virus dan bakteri dalam satu alat. Jika sterilisator kering menggunakan suhu hingga 170 °C, Autoclave hanya cukup mencapai suhu sekitar 121 °C dan hanya membutuhkan waktu selama 15 menit. Selain efektifitas dari sisi waktu dan suhu yang digunakan, Autoclave juga cukup fleksibel karena dapat digunakan untuk mensterilisasi berbagai macam peralatan. Namun demikian, Uap bisa merusak istrumen yang tidak terlindungi. Oleh sebab itu, dibutuhkan pouch ketika akan mensterilkan instrument bedah dengan menggunakan Autoclave. Selain itu, ketika anda menggunakan Autoclave, ketika proses selesai anda juga harus mengeringkan peralatan sebelum dimasukkan dalam wadah steril untuk disimpan. Hal ini mengingat kelembaban bisa juga mengandung mikroba yang kembali menempel pada alat. Diantara peralatan yang baik disterilkan menggunakan autoclave diantaranya seperti bahan – bahan yang mudah terbakar, media kultur jaringan, cairan, dan bahan – bahan lainnya yang akan menjadi rusak apabila dipanaskan menggunakan panas yang kering. Panas yang dihasilkan dalam Autoclave merupakan panas basah atau panas Uap, selain itu juga melibatkan tekanan tinggi saat proses sterilisasi berlangsung. Nah, sekarang anda telah mengetahui lebih detail tentang Sterilisator Kering dan juga Autoclave. Anda akan lebih mudah memilih mana yang akan anda gunakan di instansi anda. Atau anda akan menggunakan keduanya, karena kebutuhan sterilisasi anda harus menggunakan dua alat tersebut. Hal ini tentu sangat baik karena akan sangat efisien dalam proses sterilisasi. Anda tidak perlu khawatir, karena dua jenis alat sterilisasi tersebut sudah kami sediakan dari berbagai brand terkemuka yang sudah teruji kualitasnya. Anda bisa cek produknya di katalog Autoclave di toko kami.
MesinMilling. Bagian-Bagian Mesin Milling - Mesin milling atau mesin frais adalah sebuah mesin yang digunakan untuk pengerjaan penyayatan pada permukaan benda berupa bidang datar, tegak lurus, atau permukaan miring. Penyayatan dilakukan oleh sebuah pisau frais yang berputar pada sumbu mesin. Prinsip kerja mesin milling yaitu benda kerja dicekam pada meja mesin dan ditahan oleh ragum (vice
ada yang berapintu satu dan ada yang berpintu dua. Sterilizer ini diisi ddengan tandan buah yang di masukan ke dalam lori. Lori ada Yng mempunyai kapasitas ton TBS. sterilzer horizontal dapat dimuati 7 – 10 lori untuk satu kali peebusan degan muatan perlori ton TBS. Gambar Sterilizer Horizontal Perbedaan antara kedua sterilizer tersebut adalah  Sterilizer vertical lebih sederhana dalam bentuk serta lebih rendah biaya investasinya di bandingkan dengan sterilizer horizontal.  Kapasitas olah sterilizer vertical lebih kecil di bandingkan dengan sterilizer horizontal karena sterilizer vertical hanya dapat di pergunakan di pabrik yang berkapasitas terbatas.  Pada sterilizer horizontal kerugian minyak didalam janjangan kosong dan di dalam air embun perebusan lebih tinggi dari pada sterilizer vertical, hal itu di sebabkan buah mengalami kerusakan sewaktu pengisian karena berbenturan dengan pintu isian dan bantingan yang dialami sewaktu di masukan.  Diperlukannya waktu yang lama untuk membongkar isi sterilizer vertical karena di lakukan dengan tangan manusia jika di bandingkan dengan sterilizer horizontal yang di lakukan dengan mekanik. Peralatan dan Fungsi Alat-alat Pada Sterilizer 23 Adapun peralatan-perlatan beserta fungsinya yang ada pada rebusan Sterilizer yaitu  Unit sterilizer vessel yang dilengkapi 2 dua unit pintu berfungsi sebagai tempat merebus tandan buah segar TBS.  Pipa dan valve inlet berfungsi untuk memasukkan steam uap ke sterilizer.  Pipa dan valve condensate berfungsi sebagai pembuangan steam hasil kondensasi yang selanjutnya ditampung pada blowdown chamber dan condensate pit.  Pipa dan exhaust valve berfungsi sebagai pembuangan steam eks perebusan.  Programable Logic Controller PLC berfungsi mengatur dan mengontrol sistem perebusan yang dapat diatur secara manual maupun full otomatis. Biasanya dilengkapi steam recorder chart.  Safety valve berfungsi sebagai katup pengaman saat tekanan dalam sterilizer berlebih diatas tekanan kerja.  Cantilever rail bridge berfungsi sebagai jembatan untuk masuk dan keluarnya lori buah  Air compressor berfungsi untuk mensuplai udara yang dipakai untuk mengaktifkan pneumatic valv  Alat-alat ukur gauge berfungsi untuk memonitor pengoperasian alat seperti pressure gauge.  Capstan, bollard yang berfungsi untuk menarik lori buah masuk dan keluar sterilizer. Metode Perebusan Sebenarnya metode macam-macam perebusan di tentukan mengikuti dengan jenis perebusan yang diterapkan. Untuk jenis strilizier horizontal dengan menggunakan lori akan menggunakan tekanan sampai tripple peak. Mengapa di perlukan hingga tripple peak, karena buah akan benar matang sampai ke lapisan bawah apabila tekanan mencapai 3 bar. 24 Sebagai penjelasan saat single peak tekanan steam akan ditahan sampai 1,5 bar biasa nya selama 15-20 menit. Hal ini bertujuan untuk mendorong udara yang masih terdapat didalam tabung udara pada ruang sterilizier dapat mengakibatkan terjadinya perubahan fase dari uap menjadi cair karena perbedaan suhu dari udara dengan steam tersebut. Perubahan fase ini akan menimbulkan genangan air kondensat. Pada saat double peak, di tahan 2,5 bar selama 15-20 menit. Bertujuan untuk mendorong air kondesat k yang mengenang di bawah lantai sterilizier keluar melalui kondensat valve. Penumpukan air kondensat hingga menggenangi TBS dapat meningkatkan oil losses yang terbawa pada kondensat. Untuk triple peak, pada saat ini lah proses perebusan buah dilakukan. Biasa nya dilakukan penahan steam apabila sudah mencapi 3 bar selama 40-45menit. Pada tekanan ini diharapakan buah sudah dalam kondisi masak dan nanti nya dapat di proses pada stasiun selanjutnya. Jenis-jenis Manajemen Pemeliharaan Pabrik Pemeliharaan Pencegahan Preventive Maintenance Sistem pemeliharaan ini adalah melakukan pemeliharaan pada selang waktu yang ditentukan sebelumnya, atau terhadap kriteria lain yang diuraikan dan dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan bagian-bagian lain tidak memenuhi kondisi yang bisa diterima Corder 1992, hlm 4. Seperti dalam industri motor masih dikenal istilah servis’. Istilah ini meliputi semua pemeriksaan dan penyetelan yang tercakup dalam buku petunjuk pemeliharaan, terutama pelumasan, pengisian kembali, pemeriksaan minor dan sebagainya. Dalam setiap kejadian, pemeliharaan korektif biasanya memerlukan keadaan berhenti, sedangkan pemeliharaan pencegahan preventive maintenance dapat dilakukan pada waktu berhenti maupun waktu berjalan. Pemeliharaan Setelah Rusak Breakdown Maintenance 25
Saatini, mari kita lanjut membahas tentang alat sterilisasi autoclave mulai dari pengertian autoclave, fungsi autoclave, prinsip kerja autoclave, bagian-bagian autoclave beserta fungsinya, cara menggunakan autoclave dan jenis-jenis autoclave. Baca : Bagian-Bagian Autoclave dan Fungsinya. Akan terasa asing dan aneh jika sebuah laboratorium

Macam alat sterilisasi cukup banyak, baik dari sisi jenisnya maupun metode sterilisasinya. Tentunya yang kita maksudkan adalah sterilisasi yang berhubungan dengan mikroba, bukan sterilisasi dengan makna yang lain. Setelah kemarin kita mengetahui berbagai macam metode sterilisasi, yang tidak lain juga menggunakan alat – alat yang berbeda – beda. Kali ini kita akan mengenal beberapa macam alat – alat sterilisasi khususnya yang digunakan dalam dunia kesehatan dan laboratorium. Alat sterilisasi sangat erat hubunganya dengan metode sterilisasi. Namun karena kita sudah membahasnya panjang lebar, sekarang kita akan fokus pada alat yang digunakan, walaupun nantinya juga akan sedikit disinggung kembali tentang metode yang digunakan. Untuk lebih jelasnya, langsung saja kita simak pembahasannya sebagai berikut Dalam dunia kesehatan dan juga laboratorium, sterilisasi merupakan satu prosedur yang wajib dilakukan. Di pusat pelayanan medis seperti rumah sakit dan klinik sterilisasi dilakukan pada hampir seluruh peralatan yang tidak termasuk alat disposable sekali pakai. Dari mulai alat bedah, alat medis penunjang, dan peralatan non medis juga dilakukan sterilisasi secara berkala. Bahkan beberapa ruang di rumah sakit juga dilakukan sterilisasi. Langsung saja berikut ini bebrapa macam alat sterilisasi yang digunakan. Autoclave Autoclave Fountain Tony Series Autoclave Gea 18 Liter Autoclave GEA LS – B50 L Autoclave GEA Volume 100 Liter LS – 100LJ Autoclave Hirayama HVE 50 Autoclave Memmert SN 55 Autoclave Memmert UN 30 Universal Oven Autoclave Portable Gemmy SA-232 Kita tentu tidak asing lagi dengan alat yang satu ini. Autoclave terkadang juga ditulis dengan Autoklaf, bahkan ada juga yang menyebut dengan Otoklaf. Apapun sebutan dan tulisannya, pada intinya berujung pada satu alat yakni Autoclave. Alat ini tidak hanya digunakan di rumah sakit atau klinik saja, melainkan juga di laboratorium medis dan non medis seperti industri dan pertanian. Autoclave bekerja dengan menggunakan prinsip Uap Bertekanan. Karena prinsip kerja inilah, autoclave disebut sebagai alat sterilisasi yang efektif membersihkan mikroba hingga tingkat spora. Sebagian alat lain tidak dapat melakukan sterilisasi hingga tingkat ini. Sebagaimana sudah kita ulas di artikel yang lalu, ada beberapa jenis autocave dengan prinsip kerja yang sedikit berbeda. Namun demikian, secara umum metode sterilisasi yang dilakukan sama saja. Cek Daftar Produk Autoclave & Sterilisator Kering Terbaik Dry Heat Sterilizer Sterilisator Kering Macam alat sterilisasi yang kedua adalah Dry Heat Sterilizer atau yang sering disebut dengan istilah sterilisator kering. Alat ini juga disebut dengan istilah Oven steriliasai, hal ini karena sistem kerja dan prinsip kerjanya persis seperti alat Oven listrik. Dry Heat Sterilizer digunakan untuk sterilisasi dengan metode panas kering. Alat ini juga dipergunakan di berbagai bidang, tidak terkecuali rumah sakit. Sistem kerja alat ini adalah dengan radiasi panas yang menyebar dari satu pemancar ke seluruh ruangan. Dengan panas oksidasi inilah mikroba seperti bakteri atau virus akan terbakar dan mati. Untuk varian alat ini sendiri, terkadang ada dua jenis. Satu pintu dan dua pintu. Bedanya hanya terdapat mode sterilisasi berbeda dengan menggunakan ozon di bagian kedua. Pemancar panas yang ada pada dry heat sterilizer dihasilkan dari sinar infra merah dengan suhu tinggi dengan rancangan khusus sehingga dapat menyebar ke seluruh ruangan dan juga mengenai setiap sisi dari benda atau alat media yang diseterilkan. Namun alat ini tidak dapat digunaan untuk mensterilkan benda – benda yang dapat berubah fisik karena pemanasan secara oksidasi. Lampu UV Sterilisasi Sedikit berbeda dari dua macam alat sterilisasi yang sudah kita bahas diatas. Kalau kita melihat dari segi cara kerjanya, kedua alat sterilisasi tersebut menggunakan pemanasan. Lampu UV ini biasanya digunakan pada media air ataupun udara. Dalam dunia medis alat ini digunakan untuk mensterilkan ruangan rumah sakit yang memang harus dalam kondisi steril. Pada kesempatan yang lalu kita juga sudah membahas terkait hal ini yakni contoh prosedur sterilisasi ruang di rumah sakit. Anda bisa membaca ulang agar lebih paham dengan alat ini. Cairan Desinfektan & Antiseptik Macam alat sterilisasi berikutnya adalah bahan – bahan kimia yang bersifat desinfektan dan antiseptic. Bahan – bahan tersebut juga masuk pada alat kesehatan atau alat medis. Ada beberapa bahan – bahan kimia yang digunakan sebagai alat sterilisasi sebagaimana sudah kita sebutkan pada pembahasan metode sterilisasi. Cairan desinfektan ini berfungsi untuk sterilisasi di bagian awal, sebelum dilanjutkan dengan sterilisasi dengan Autoclave atau Sterilizer. Anda bisa baca keteranganya di bahasan cara sterilisasi dengan Autoclave. Lampu Pijar Bunsen Mungkin alat ini sudah tidak lagi digunakan di era modern seperti sekarang ini. Dulu, sterilisasi dilakukan secara langsung dengan membakar alat yang akan disterilkan. Tentu saja tidak semua alat dapat disterilkan dengan cara tersebut. Sterilisasi dengan pemijaran langsung digunakan pada alat – alat yang terbuat dari logam seperti jarum. Namun demikian, lampu ini termasuk dalam alat sterilisasi yang juga kita sebutkan dalam bahasan kali ini. Mungkin ini saja yang bisa kita bahas pada ksesempatan kali ini. Ada banyak sekali jenis – jenis, model, tipe dan juga brand alat – alat sterilisasi baik itu jenis sterilisasi uap seperti autoclave, dan juga alat sterilisasi kering. Anda bisa pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit anda. Mulai dari pemilihan volume, jenis tipe dan juga merk serta pertimbangkan juga berapa budget anggaran anda. Anda bisa juga menghubungi kontak kami agar kami bisa membantu anda untuk dapatkan produk yang tepat sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan yang anda inginkan.

Masingmasing bagian pada antena parabola mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda namun saling berkaitan. Jika salah satu komponen parabola ini tidak berfungsi dengan baik, maka dapat menyebabkan kerja parabola dalam menangkap sinyal satelit tidak maksimal. Mengetahui dan memahami fungsi dari tiap bagian parabola akan berguna pada saat Hallo sahabat Blog Laboratorium, apakah anda sedang belajar mengenai perlatan laboratorium? Nah jika dari anda mungkin sedang belajar mengetahui alat lab berikut ini saya akan menjelaskan kepada anda mengenai alat Steam Sterilizer yang mungkin bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan menganai alat lab. Untuk itu silahkan baca berikut ini pembahasannya dengan Sterilizer atau biasa dikenal atau disebut Autoklaf yaitu merupakan alat pemanas tertutup yang biasanya digunakan untuk dapat membantu dalam mensterilisasi suatu benda dengan menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi selama kurang lebih dari 15 menit. Peningkatan tekanan pada autoklaf atau Steam Sterilizer ini tidak dimaksudkan untuk membunuh suatu mikroorganisme, namun melainkan untuk meningkatkan suhu dalam autoklaf atau Steam Steam SterilizerDan untuk fungsi dari Steam Sterilizer ini yaitu Autoklaf ini dapat digunakan untuk dapat membantu dalam melakukan sterilisasi pada suatu wadah dan benda di laboratorium yang dapat digunakan untuk sebuah penelitian. Autoklaf/Steam Sterilizer ini digunakan untuk dapat mematikan bahan-bahan berbahaya seperti pada limbah medis sebelum dibuang. Ataupun Steam Sterilizer ini juga dapat digunakan untuk mensterilkan pada peralatan medis yang akan digunakan di bidang Autoklaf atau Steam SterilizerNah perlu anda ketahui mengenai salah satu alat lab ini yaitu memeiliki beberapa jenis atau macam-macamnya maka dari itu berikut ini adalah beberapa jenis jenis autoklaf, diantaranya yaitu sebagai berikut1. Portable Pressure Steam SterilizerPortable Pressure Steam Sterilizer Electric dan keunggulannyaStruktur baja tahan karat tekanan indikasi skala dioperasikan, aman dan anda tertarik ingin membeli alatnya silahkan klik Table Top Steam SterilizerFitur dan KeunggulannyaKursus sterilisasi Sterilisasi otomatis dikendalikan oleh komputer, mudah maksimum 134C, cocok untuk sterilisasi flash 4-6 yang aman dari kekurangan perangkat pelindung otomatis dengan suhu berlebih dan tekanan sterilisasi secara otomatis akan memotong daya dan kemudian baja tahan karat anda tertarik ingin membeli alatnya silahkan klik Vertical Pressure Steam SterilizerFitur dan keunggulanyaStruktur baja tahan karat roda tangan dari struktur pintu terbuka kunci pengaman digital status kerja, sentuhan tipe & tekanan berlebih otomatis – aman dari kekuranga secara otomatis dengan bunyi bip yang mengingatkan discharge the cool air,and steam discharging automacally aer untuk sterilisasi instrumen medis, produk kapas stainless steel SUS304/AlSl 304 24 bulan. 13. Kemungkinan untuk menginstal sistem pengeringan sesuai anda tertarik ingin membeli alatnya silahkan klik Steam SterilizerNah untuk anda yang ingin mengetahui berapa harga steam sterilizer anda bisa mengunjungi link berikut ini, silahkan anda isi formulir pernawaranya atau tulis kebutuhan anda di formulir mungkin itu saja yang dapat admin sampaikan kepada anda mengenai alat lab yaitu steam sterilizer atau autoklaf, mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan informasi atau referensi bagi anda khususnya yang ingin mengetahui seputar alat lab atau ingin membeli steam sterilizer tersebut. Terimakasih.
Berikutini yang bukan termasuk bagian dari tumbuhan adalah . Bagian- Bagian Tumbuhan dan fungsinya. DRAFT. 9th - 12th grade. 0 times. Science. 0% average accuracy. 3 days ago. desianggraini764_94982. 0. Save. Edit. Edit. Bagian- Bagian Tumbuhan dan fungsinya DRAFT. 3 days ago. by desianggraini764_94982.

Sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Autoclave merupakan salah satu dari jenis alat yang digunakan untuk sterilisasi. Autoclave digunakan di berbagai bidang tidak terkecuali dalam dunia kesehatan yakni di rumah sakit, klinik dan juga laboratorium. Ada beberapa jenis autoclave sebagaimana sudah kita ketahui bersama di artikel yang lalu. Untuk lebih memperkaya pengetahuan kita, Kali ini kita akan ulas mengenai bagian – bagian autoclave dan fungsinya Bagian – Bagian Autoclave dan Fungsinya Salah satu metode sterilisasi yang efektif digunakan dalam sterilisasi alat – alat medis adalah metode panas uap bertekanan dengan menggunakan alat Autoclave. Kita juga telah membahas salah satu contoh bagaimana prosedur penggunaan alat autoclave dalam bahasan cara menggunakan autoclave untuk sterilisasi alat kesehatan. Namun ada yang kurang apabila kita tidak mengetahui detail bagian atau komponen dari alat ini. Umumnya sebuah Autoclave atau alat sterilisasi uap bertekanan memiliki bagian – bagian yang sama. Hal ini karena kesamaan prinsip kerja satu dan yang lainnya. Berikut ini bagian – bagian atau komponen yang terdapat dalam sebuah alat sterilisasi uap yang disebut dengan Autoclave. 1. Katup Pengatur Tekanan Kalau kita melihat tipe autoclave model klasik seperti Autoclave GEA 18 Liter. Akan tampak jelas sekali bahwa bagian ini terdapat pada sisi atas tutup Autoclave tersebut. Katup pengatur tekanan ini berfungsi untuk mengatur tekanan memberikan dan melepaskan tekanan dalam siklus sterilisasi dari awal hingga berakhirnya proses sterilisasi. Katup ini dibuka di akhir sterilisasi untuk menurunkan tekanan. 2. Pengukur Tekanan Manometer Selain katup tekanan, ada juga pengukur tekanan. Umumnya disebut dengan manometer. Sebagaimana katup pengatur tekanan, manometer ini juga sangat jelas terlihat pada autoclave tabung model klasik. Sedangkan pada autoclave modern terletak di bagian depan atau di bagian lain. Tidak terdapat di bagian atas sebagaimana model autoclave klasik. Pengukur tekanan ini berfungsi sebagai penunjuk tekanan pada saat proses sterilisasi berlangsung. 3. Panel Kontrol Setiap alat yang menggunakan daya atau tegangan listrik pastinya memiliki panel kontrol untuk memudahkan penggunaan seperti menyalakan dan mematikan, konektor kabel power dan juga pengaturan lainnya. Demikian juga dengan Autoclave, terdapat panel kontrol yang umumnya terdapat tombol ON/OFF, Pengatur Waktu Timer, dan lainnya. 4. Pengatur Waktu Sebenarnya kita tidak bisa katakan dengan pasti pengatur waktu ini berfungsi untuk mengatur waktu lamanya proses sterilisasi. Karena pada sebagian autoclave, waktu sterilisasi justru ditentukan oleh titik tekanan yang tercapai. Tidak lebih dari 30 menit. Jadi, lebih tepatnya mungkin kita sebut penunjuk waktu sterilisasi. Berfungsi untuk menunjukan dan memonitor lamanya waktu sterilisasi berlangsung. 5. Penunjuk Suhu Kontrol Suhu Bagian penting dari sebuah Autoclave selain yang sudah kita sebutkan diatas adalah penunjuk suhu atau bisa juga kita sebut termometer monitor suhu. Alat ini umumnya terpasang juga pada panel kontrol bersama dengan tombol ON/OFF, penunjuk tekanan dan lainnya. Bagian ini berfungsi untuk menunjukkan suhu pada saat sterilisasi berlangsung. 6. Elemen Pemanas Dulu terdapat beberapa model Autoclave bakar, jadi tidak menggunakan tenaga listrik dalam proses boiling untuk menghasilkan uap. Namun sekarang sudah tidak lagi digunakan. Berganti pada model elektrik. Dalam hal ini tentu saja terdapat komponen Elemen Pemanas di bagian bawah. Fungsi bagian ini adalah memanaskan dan mendidihkan air pada saat proses sterilisasi dimulai. 7. Sarangan wadah alat yang disterilkan Dalam prosedur sterilisasi menggunakan autoclave, pengisian air tidak boleh melebihi batas, hal ini agar air tidak menyentuh benda yang disterilkan nantinya ketika mendidih. Dan proses sterilisasi pun menggunakan uap yang dihasilkan bukan metode boiling. Oleh sebab itu terdapat bagian yang kita anggap berfungsi sebagai sarangan. Yakni wadah yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk menempatkan benda yang akan disterilkan sekaligus tidak menghalangi uap menyentuh benda – benda tersebut. 8. Sekrup Pengaman Sekrup ini terdapat di bagian atas Autoclave, tepatnya di bagian sisi – sisi luarnya. Sekrup ini berfungsi sebagai pengaman dan pengunci tutup Autoclave agar tertutup dengan sempurna sehingga tidak ada kebocoran. Mekanismenya cukup simpel, hanya memutar sekrup setelah tutup Autoclave dipasang hingga sekrup dirasa kencang. Umumnya terdapat lebih dari dua buah sekrup, tiga atau empat. Pada autoclave modern seperti sekarang ini, sekrup telah berganti dengan pengunci otomatis yang dirancang dengan mekanisme canggih serta keamanan yang tinggi. Berbagai macam model dan jenis Autoclave diciptakan hingga sekarang ini, jadi mungkin saja terdapat bagian – bagian Autoclave yang belum di bahas dalam artikel ini. Namun, pada umumnya, alat Autoclave memiliki bagian – bagian dengan fungsi yang sudah kita uraikan diatas. Sekian, semoga bermanfaat. Kunjungi katalog Autoclave di toko kami dan temukan produk yang anda butuhkan.

Berikutini fungsi dan manfaat jam tangan di masa kini yang perlu Anda ketahui, yaitu: 1. Aksesoris pelengkap penampilan. Jam tangan memiliki fungsi sebagai aksesoris yang dapat melengkapi penampilan Anda. Baik wanita maupun pria, keduanya dapat menggunakan jam tangan untuk mendukung mode gaya dalam kegiatan atau acara apapun. 2. Penunjuk waktu.

Mengenal Apa Itu Sterilisasi Dan Jenis – Jenisnya Mengenal Apa Itu Sterilisasi Dan Jenis – Jenisnya Dalam dunia kedokteran, dikenal adanya istilah sterilisasi yang biasa diterapkan pada alat-alat kedokteran yang hendak dipakai. Namun sebenarnya apa yang dimaksud dengan sterilisasi itu sendiri? Pengertian sterilisasi ialah proses menghilangkan semua organisme hidup, termasuk mikroorganisme seperti jamur atau fungi, protozoa, bakteri, virus hingga mycoplasma yang ada dalam suatu benda. Proses ini akan turut melibatkan biocidal agent maupun proses fisik yang tujuannya adalah untuk membunuh serta menghilangkan semua mikroorganisme. Proses ini sendiri didesain agar semua mikroorganisme yang ada bisa dibunuh atau dihilangkan. Target metode inaktivasi akan tergantung metode serta tipe dari mikroorganisme, sementara agen kimia yang diikutsertakan dalam prosensya disebut sterilant. Berikut adalah beberapa tujuan sterilisasi Menyiapkan aneka peralatan kedokteran agar siap pakai Mencegah supaya peralatan kedokteran tidak cepat rusak Mencegah infeksi silang Menjamin peralatan kedokteran tetap dalam keadaan bersih Menetapkan produk akhir yang akan digunakan telah steril atau aman digunakan. Macam macam sterilisasi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut √ Terminal Sterilization. Dikatakan oleh PDA Technical Monograph bahwa Terminal Sterilization masih dibagi dua, yaitu overkill method serta Bioburden sterilizaton. Overkill method ialah metode di mana akan digunakan pemanasan uap yang suhunya mencapai 121 derajat Celcius selama kira-kira 15 menit. Metode ini digunakan untuk bahan-bahan tahan panas, misalnya zat anorganik. Overkill method terutama dipilih karena lebih cepat, efisien serta aman. Sementara bioburden sterilization ialah metode yang menggunakan monitoring terkontrol serta ketat kepada beban mikroba kecil di beberapa jalur produksi sebelum proses lanjutan dilakukan. Metode ini akan melibatkan zat yang bisa mengalami degradasi kandungan apabila dipanaskan dengan suhu sangat tinggi. Contohnya adalah penggunaan Dextrose yang jika dipanaskan akan menghasilkan senyawa bernama Hidro Methyl Furfural HDM, yaitu senyawa hepatotoksik. √ Aseptic Processing. Metode ini ialah pembuatan produk steril dengan filter khusus yang digunakan untuk bahan baku steril yang telah diformulasikan secara khusus kemudian dimasukkan dalam kontainer steril dengan lingkungan yang terkontrol. Material, peralatan, suplai udara hingga petugasnya telah terkontrol sehingga kontaminasi mikroba akan tetap pada level yang bisa diterima clear zone. Di Indonesia, Sterilisasi juga terdapat dalam beberapa metode yang diantaranya telah kita singgung diatas. Berikut beberapa istilah metode sterilisasi yang populer digunkan di Indonesia 1. Rebus Boile Pertama ada sterilisasi yang dilakukan dengan cara rebus, di mana peralatan akan disterilkan melalui perebusan dalam air hingga mendidih dengan suhu 1000 derajat Celcius antara 15 hingga 20 menit. Peralatan yang bisa menggunakan pensterilan secara rebus ini adala yang terbuat dari material logam, kaca serta karet. 2. Kukus Stoom Kedua ada cara stoom, di mana peralatan disterilkan menggunakan uap panas . Alat sterilisasi yang umum digunakan ialah autoklaf atau Autoclave. Alat ini juga yang digunakan dalam metode sterilisasi Overkill. Sesuai prinsipnya, sterilisasi dengan autoklaf yaitu memanfaatkan panas serta tekanan yang berasal dari uap air. Temperatur untuk proses ini akan mencapai 121 derajat Celcius dengan tekanan antara 15 hingga psi pound per square inch. Baca juga Pengertian Autoclave, prinsip kerja dan bagian – bagiannya 3. Panas Kering Dry Heat Sterilization Ketiga ada sterilisasi panas kering. Peralatan akan disterilkan degnan oven yang memiliki uap panas tinggi. Termasuk di antaranya adalah peralatan logam tajam atau yang terbuat dari kaca serta obat tertentu. 4. Kimiawi zat kimia Keempat ada sterilisasi dengan zat kimia. Bahan kimia yang digunakan di antaranya adalah alkohok, uap formalin serta sublimat. Penggunaan zat kimia terutama untuk mensterilkan peralatan yang cepat rusak jika terkenal uap panas, seperti sarung tangan serta kateter. 5. Sinar UV UV Sterilization Kelima ada sterilisasi menggunakan sinar UV atau radiasi sinar gama serta partikel elektron. Metode ini biasa dilakukan untuk mensterilkan jaringan segar ataupun yang sudah diawetkan. Jaringan yang sudah diawetkan akan menggunakan radiasi pada temperatur kamar atau proses dingin sehingga tidak mengubah strukturnya. Sementara untuk jaringan beku akan dilakukan pada suhu minus 40 derajat Celcius. Teknologi ini dijamin aman untuk diaplikasikan di jaringan biologi. 6. Filtrasi Penyaringan Keenam ada metode penyaringan di mana cairan yang mudah rusak jika terkena panas akan disterilkan melalui suatu jaringan dengan pori diameter kecil sehingga dapat menyaring bakteri. Virus takkan tersaring menggunakan metode ini. 7. Gas Dalam metode ini akan digunakan pemaparan gas maupun uap guna membunuh spora serta mikroorganisme yang ada di dalamnya. Walau gas akan bisa berpenetrasi secara cepat dalam serbuk padat serta pori, namun mikroorganisme yang terkristal bisa dibunuh. Metode ini umum digunakan bagi bahan yang tidak bisa difiltrasi, tidak tahan radiasi, panas serta cahaya. Berikut ini beberapa contoh kecil Standar Operasional Sterilisasi yang dilakukan pada alat – alat laboratorium seperti gelas kimia, cawan petri dan sejenisnya. Proses sterilisasi tabung reaksi dan gelas ukur Kapas dibungkus menggunakan kain kasa lalu diikat dengan menggunakan benang kasur Bungkusan kapas dimasukkan dalam mulut tabung reaksi serta labu ukur Tutup permukaan menggunakan aluminium foil lalu ikat menggunakan benang kasur Masukkan tabung reaksi dalam autoklaf Sterilisasi untuk gelas kimia serta labu takar Tutup permukaan gelas kimia dan juga labu takar menggunakan aluminium foil Masukkan keduanya dalam autoklaf Pensterilan cawan petri Bungkus permukaan cawan petri menggunakan kertas HVS Masukkan cawan petri yang telah terbungkus dalam autoklaf Sterilisasi Pipet volum Bungkus kain kasa dengan kapas lalu ikat menggunakan benang kasur Masukkan bungkusan kapas dalam pipet volume Tutup ujung mulutnya dengan aluminium foil Bungkus pipet volume menggunakan kertas HVS hingga tertutup seluruhnya Masukkan dalam autoklaf Berdasarkan sifatnya, kita mengenal istilah sterilisasi basah dan sterilisasi kering. Sebenarnya istilah tersebut sudah kita sebutkan diatas. Sterilisasi basah digunakan untuk menyebut proses atau metode sterilisasi dengan Autoclave atau sterilisasi uap stoom. Sedangkan sterilisasi kering, yaitu proses sterilisasi yang menggunakan dry heat sterilizer, satu alat sterilisasi yang menyerupai oven dalam prinsip kerjanya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses sterilisasi Sterilisator haruslah dalam kondisi siap pakai Peralatan yang digunakan harus dalam keadaan bersih serta masih berfungsi Peralatan yang dibungkus juga sebaiknya diberi label yang mencantumkan nama alat, jenis alat, tanggal serta jam saat disterilkan Susun peralatan dalam sterilisator sedemikian rupa agar semua bagiannya bisa steril Waktu sterilisasi harus tepat untuk tiap alatnya Jangan memasukkan ataupun menambahkan alat lain dalam sterilisator selama proses sterilisasi berlangsung Gunakan korentang steril saat hendak memindahkan peralatan yang telah selesai disterilkan Related Posts About The Author Sentral Alkes Lebih dari 5 tahun bekerja dalam bidang alat - alat kesehatan membuat saya dapat menjelaskan berbagai informasi penting seputar alat kesehatan yang saya tuangkan dalam webiste ini.

1 Kepala. Kepala adalah bagian atas dari mikroskop yang mempunyai fungsi untuk menampung elemen optik dari seluruh unit. 2. Kaki. Kaki ini merupakan bagian bawah mikroskop yang mana fungsinya adalah sebagai tempat berdiri mikroskop. 3. Lensa Objektif. Lensa objektif mengumpulkan cahaya dari spesimen, memperbesar gambar spesimen, dan

Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. Tipe horizontal, yang merupakan bejana horizontal dan memiliki keuntungan antara lain - Kapasitas sterilizer antara 15 – 30 ton TBS - Pengoperasian lebih mudah dan praktis - Buah tidak bersinggungan langsung dengan dinding, sehingga bahan olah tidak mungkin menyebabkan bejana menjadi korosi. - Pengisian uap masuk dan pembuangan uap keluar serta pembuangan air kondensat lebih muda dilakukan. Pada gambar [1] dapat dilihat jenis sterilizer tipe horizontal seperti yang dibawah ini Gambar Sterilizer tipe horizontal Bagian – Bagian dari Sterilizer 1. Body Body sterilizer merupakan lembaran – lembaran dari plat – plat yang di rol, kemudian disambungkan membentuk silinder yang panjang. Saluran pemasukan uap Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. Saluran uap ini dilas dengan body dan dibuat flensa untuk menyambungkan ke pipa uap masuk. Selain saluran masuk juga ada saluran air kondensat dan alat pengukur tekanan. 2. Pintu Pintu dibuat seperti potongan bola, yang terletak di kiri dan kanan. Pintu merupakan sarana untuk mempermudah pemasukan lori yang berisi sawit. 3. Locking Ring Fungsi locking ring adalah untuk memperketat pintu dan untuk menjaga uap tidak tembus dari sela – sela pintu. 4. Rel dan Lori Untuk mempercepat proses perebusan maka buah sawit dimasukkan ke dalam lori, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan buah tidak lama. Akan tetapi, tanpa adanya rel lori juga susah untuk dimasukkan dan dikeluarkan dari sterilizer Komponen - Komponen Pembangun Utama Control Valve FIG 360 – 104 Air To Close Control valve adalah valve yang mengendalikan laju arus sesuai dengan tekanan udara dari positioner. Control Valve terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian actuator, bonnet dan body. Sistem kerjanya adalah dengan menaikan tekanan udara operasi, plat diafragma turun menekan pegas yang dihubungkan dengan plat diafragma, sehingga menggerakkan tangkai actuator. Kemudian tangkai itu berhenti dimana posisi gaya pegas itu seimbang dengan tekanan udara. Bukaan Control valve tergantung pada Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. gerakan tangkai valve. Dan apabila terjadi suatu kesalahan, maka valve ini secara otomatis akan tertutup. Control Valve ini dalam penggunaannya juga ditunjang dengan pemakainan controller yang memegang perannan penting setelah recorder dan indicator. Yang terpasang pada panel control. Sedangkan alat penunjang lain disebut by pass valve yang terpasang di pasangan. Bagian – bagian pembangun Control Valve FIG 360 – 104 dapat kita lihat dibawah ini [5]. Gambar Control Valve Keterangan gambar 1. Diaphragm Casings 2. Diaphragm Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. 3. Diaphragm Plate 4. Actuator Spring 5. Actuator Steam 6. Spring Seat 7. Spring Adjustor 8. Steam Conector 9. Yoke 10. Travel Indikator 11. Indikatos Skale 12. Valve Plug Steam 13. Packing Flange 14. Actuator Yoke Locknut 15. Packing 16. Packing Box 17. Bonnet 18. Bonnet Gasket 19. Spiral Wound Gasket 20. Cage Gasket 21. Valve Plug 22. Cage 23. Seat Ring 24. Valve Body Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. Anilisa Data

BagianBagian Bunga. Bunga terdiri dari dua bagian, yaitu fertil dan steril. Bagian fertil mencakup mikrosporofil yang berperan sebagai benang sari dan makrosporofil yang berperan sebagai sebagai putik yang tersusun atas daun buah. Sedangkan bagian steril mencakup ibu tangkai bunga, tangkai bunga, dasar bunga, daun pelindung, daun tangkai, dan Moms sedang mencari alat sterilisasi untuk botol susu Si Kecil? Berikut ini ada delapan rekomendasi alat sterilisasi UV yang bisa bunuh kuman dan bakteri hingga 99,9%. Para Moms pasti setuju bahwa mensterilkan perlengkapan bayi berikut aksesori lainnya merupakan pekerjaan yang memakan waktu. Moms harus memastikan perlengkapan bayi, terutama untuk makan dan minum, harus steril agar Si Kecil tidak terpapar kuman dan bakteri jahat. Namun mencuci dan mengeringkan juga jadi tugas melelah dan menyita waktu, karena fokus Moms akan terbagi dengan mengurus Si Kecil yang butuh banyak perhatian. Menggunakan alat sterilisasi elektrik bisa membuat pekerjaan Moms jadi lebih mudah dan praktis. Apalagi alat sterilisasi yang menggunakan radiasi elektromagnetik pada sinar khusus tersebut, ampuh membunuh mikroorganisme. Mencuci perlengkapan bayi secara biasa, belum tentu bisa membunuh kuman dan bakteri. Apalagi Si Kecil masih rentan terhadap berbagai jenis penyakit di luar sana. Kini Moms sudah tahu betapa pentingnya alat sterilisasi UV. Jika tertarik, ini ada delapan rekomendasi alat sterilisasi UV yang efektif membunuh kuman dan bakteri. 1. Alat Sterilisasi UV Claire’s Alat sterilisasi UV yang pertama, yaitu Claire’s UV Sterilizer. Moms dapat mensterilisasi semua perlengkapan makanan bayi dengan produk ini. Claire’s UV Sterilizer dapat membunuh 99,99% kuman dan bakteri dalam struktur molekul DNA dan RNA. Moms tidak perlu khawatir jika ada peralatan Si Kecil yang terbuat dari plastik. Alat ini aman untuk berbagai produk plastik. Selain plastik, alat sterilisasi UV ini juga aman untuk produk lain berbahan silikon, metal, melamin, dan beling. Hal ini karena bagian dalam Claire’s UV Sterilizer dilapisi bahan stainless dan kaca yang tahan panas. Fitur menarik lainnya dari produk ini, yaitu sirkulasi eksternalnya dilengkapi dengan mesh filter yang mencegah debu masuk ke dalam. Namun tetap berfungsi pula untuk mendinginkan suhu PTC yang baik. 2. uPang UV Waterless Sterilizer Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah uPang. uPang pertama kali diperkenalkan pada 2008 di Korea Selatan. Di Korea Selatan, uPang menjadi merek alat sterilisasi botol bayi terlaris nomor satu dan disukai selama lima tahun berturut-turut. Adapun di Indonesia, uPang menjadi alat sterilisasi tanpa air pertama dari Korea Selatan. Keunggulan produk ini, yaitu mampu menampung hingga 16 botol, telah disertifikasi oleh Food and Drug Administration FDA Amerika Serikat, dan teruji menghilangkan 99,9% bakteri berbahaya. Kelebihan lain uPang UV Waterless Sterilizer 7 Series, yaitu hemat listrik karena hanya mengonsumsi listrik sebesar 20-35 watt. Jadi Moms tidak perlu khawatir tagihan listrik bakal membengkak. 3. Alat Sterilisasi UV uPang Plus+ Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah uPang Plus+. Produk ini merupakan versi upgrade dari uPang UV Waterless Sterilizer. Keunggulan uPang Plus+, yaitu memiliki rotating dual UV lamp. Fitur ini memastikan distribusi sinar UV yang lebih baik ke seluruh sudut. Pintu alat steril ini ada dua, yakni pintu internal dan eksternal. Bagian eksternal terbuat dari panel LED. Adapun pintu internal terbuat dari tinted tempered reinforced glass. Pada pintu eksternal, Moms bisa melihat status mode yang sedang berjalan di uPang Plus+. Selain itu, layar LED di pintu ini bisa menunjukkan dan menghitung mundur sisa waktu untuk mode tersebut. Keunggulan lainnya yaitu tombolnya yang modern dan seamless. Tombol di pintu internal mudah ditekan dan digunakan. Tombol uPang Plus+ untuk mode “automatic” juga ada di pintu eksternal untuk memudahkan pemakaian. Dari segi ukuran, alat sterilisasi UV ini juga lebih besar dari versi sebelumnya. Kapasitas uPang Plus+ bisa diisi hingga 25 botol sekaligus. Namun dari segi pemakaian listrik juga cukup tinggi, yakni 20-70 watt. 4. Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View Alat sterilisasi UV selanjutnya, yaitu Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View yang dilengkapi dengan bluetooth. Moms bisa menghubungkan produk ini dengan ponsel pintar via bluetooth. Hal ini karena Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View memiliki aplikasi untuk mengatur dan memantau dari jarak jauh. Produk ini dilengkapi dengan teknologi PTC heater dan double blower. Jadi, alat sterilisasi UV ini akan membuat perlengkapan bayi lebih cepat kering dan panasnya merata. Proses sterilisasi pada produk ini pun menggunakan 2 lampu UVC Osram dari Italia yang dapat membunuh segala jenis bakteri dan virus hingga 99,9%. Pada bagian dalam, Haenim UV Sterilizer menggunakan stainless mirror. Fungsinya, yaitu untuk memantulkan sinar UVC ke segala arah agar proses sterilisasi cepat. 5. Alat Sterilisasi UV RayQueen RayQueen UV Sterilizer jadi salah satu rekomendasi alat sterilisasi UV yang bisa Moms pertimbangkan. Alat sterilisasi satu ini diklaim dapat membunuh bakteri hingga 99,9%. RayQueen UV Sterilizer bisa membunuh bakteri, seperti Salmonella typhimurium, Salmonella cholerasuis, Pseudumonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus. Selain itu, kapasitas alat sterilisasi UV ini juga cukup besar hingga bisa menampung 12 botol. Yang paling penting, hemat listrik karena hanya memakan daya 70W dan mudah dioperasikan. Sterilizer UV ini memiliki 3 Mode sterilisasi UV dengan fungsi pengeringan dan fungsi penyimpanan otomatis Storage Mode selama 10 jam. Dengan desain yang elegan, produk dari GEA ini bisa mempercantik interior rumah. 6. OONEW UV Sterilizer with Dryer Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah OONEW UV Sterilizer with Dryer HEPA Filter Drying Intelligent 3 in 1 Sterilizer. Produk ini merupakan alat sterilisasi UV dengan tiga fungsi utama, yaitu mensterilkan, mengeringkan, dan menyimpan. Selain itu, produk ini dilengkapi mirror stainless steel untuk memaksimalkan refleksibilitas UV. Dengan lampu UV ganda, produk ini dapat menghilangkan 99,9% kuman dan bakteri secara efektif. Selain itu, produk ini bebas dari bahan kimia dan dapat mensterilisasi tanpa air. Keunggulan lain produk ini, yaitu pengeringan dilakukan dengan suhu rendah. Metode pengeringan menggunakan inframerah dengan suhu 40-60 derajat celsius. Perlengkapan bayi yang berbahan plastik akan dikeringkan secara bertahap. Jadi, Moms tidak perlu khawatir ada bahan kimia beracun yang dapat terlepas dari peralatan karena suhu tinggi. Dengan konsumsi daya 85 watt, alat sterilisasi ini dapat menampung 12 botol atau 10 botol wide neck sekaligus. 7. Coby UV Sterilizer Alat steril yang satu ini merupakan produk dari Cobyhaus. Coby UV Sterilizer menggunakan teknologi modern 2 in 1. Pertama, teknologi pengeringan PTC dengan temperatur rendah. Kedua, produk ini menggunakan lampu UV dari Philips yang hemat energi. Selain itu, produk ini dilengkapi HEPA filter yang berfungsi untuk menyaring bakteri jahat agar tidak mencemari Coby UV Sterilizer. Moms juga tidak perlu khawatir soal suara ketika alat sterilisasi UV ini sedang bekerja. Coby UV Sterilizer bekerja dalam diam, sehingga cocok diletakkan di kamar Si Kecil tanpa khawatir mengganggu tidurnya. Mode penyimpanannya juga tidak akan mengganggu waktu istirahat Moms dan Si Kecil. Hal ini karena mode storage dapat diatur hingga 8 jam. Soal kapasitas, Coby UV Sterilizer dapat memuat 12 botol ukuran kecil atau 8 botol ukuran besar. 8. Alat Sterilisasi UV Spectra Sterilizer Satu lagi alat sterilisasi UV, yaitu Spectra UV Sterilizer. Dikutip dari akun Instagram resmi Spectra Baby Indonesia, produk yang satu ini menggunakan lampu UV Osram HNS 4W G5 yang dibuat di Italia. Selain mampu membunuh kuman hingga 99,9%, alat Spectra ini memiliki tiga kipas untuk proses pengeringan. Proses pengeringan pun lebih cepat dan benar-benar kering. Bagian dalam produk ini dilapisi oleh stainless steel tanpa siku, sehingga mampu membuat pantulan UV tersebar ke segala arah. Fitur menarik dari alat ini, yaitu fitur pengamanan auto off. Jadi, ketika Moms membuka pintu Spectra UV Sterilizer, lampu UV otomatis mati. Adapun pada mode auto, produk ini menjalankan fungsi pengeringan terlebih dahulu sebelum proses penyinaran. Hal ini untuk mengurangi kontaminasi bakteri dari sirkulasi udara saat pengeringan berlangsung. Mengenai penyimpanan, Moms bisa menyimpan botol atau peralatan lain selama 10 jam. Adapun konsumsi listriknya sebesar 180 watt. Itulah sejumlah rekomendasi alat sterilisasi UV. Semoga dapat membantu Moms memilih yang terbaik untuk Si Kecil.

Sensorini juga berfungsi untuk membuat suhu sterilisasi stabil dengan saklar otomatis yang terintegerasi. 13. Handle. Ada satu bagian yang terlupa yaitu handle atau pegangan. Bagian ini berfungsi untuk mengangkat autoclave dan juga membuka penutup autoclave. Baca juga : Mengenal macam - macam metode sterilisasi.

Irena Agustiningtyas Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa dapat Menjelaskan definisi sterilisasi Menjelaskan jenis-jenis sterilisasi dan fungsinya Menjelaskan perbedaan sterilisasi dan desinfeksi Melakukan sterilisasi dan desinfeksi dengan benar Pendahuluan Sterilisasi di dalam laboratorium mikrobiologi menjadi bagian yang penting untuk menghindari hasil positif palsu. Sterilisasi terhadap alat dan bahan sebelum pelaksanaan kegiatan praktikum mikrobiologi membantu hasil atau identifikasi yang akurat terhadap pemeriksaan mikrobiologi. Demikian pula proses desinfeksi dan teknik aseptik oleh praktikan juga tidak dapat dilupakan karena akan mempengaruhi hasil. Sehingga dalam materi ajar ini akan disampaikan mengenai sterilisasi, desinfeksi, dan teknik aseptik. Sterilisasi dan Desinfeksi Sterilisasi didefinisikan sebagai upaya untuk membunuh mikroorganisme termasuk dalam bentuk spora. Desinfeksi merupakan proses untuk merusak organisme yang bersifat patogen, namun tidak dapat mengeliminasi dalam bentuk spora Tille, 2017. Jenis Sterilisasi dan Fungsinya Sterilisasi dapat dilakukan baik dengan metode fisika maupun kimia Tille, 2017. a. Sterilisasi dengan metode fisika dapat dilakukan dengan cara 1. Pemanasan A. Pemanasan kering i. Pemijaran Metode ini dengan memanaskan alat biasanya berupa ose di atas api bunsen sampai ujung ose memijar. Gambar 7. Pemijaran ose ii. Pembakaran Pembakaran dilakukan untuk alat-alat dari bahan logam atau kaca dengan cara dilewatkan di atas api bunsen namun tidak sampai memijar. Misalkan a melewatkan mulut tabung yang berisi kultur bakteri di atas api Bunsen; b memanaskan kaca objek di atas api busnen sebelum digunakan; c memanaskan pinset sebelum digunakan untuk meletakkan disk antibiotic pada cawan petri yang telah ditanam bakteri untuk pemeriksaan uji kepekaan antibiotik. iii. Hot air oven Sterilisasi dengan metode ini digunakan untuk benda-benda dari kaca/gelas, petri, tabung Erlenmeyer, tidak boleh bahan yang terbuat dari karet atau plastic. Oven Suhu 160-1800C selama jam. Alat-alat tersebut terlebih dahulu dibungkus menggunakan kertas sebelum dilakukan sterilisasi. Gambar 8. Hot air oven iv. Insinerator Bahan-bahan infeksius seperti jarum bekas suntikan yang ditampung dalam safety box biohazard, darah, dilakukan sterilisasi dengan menggunakan insinerator. Hasil pemanasan dengan suhu 8700-9800 C akan menghasilkan polutan berupa asap atau debu. Hal ini yang menjadi kelemahan dari sterilisasi dengan metode insenerasi. Namun, metode ini dapat meyakinkan bahwa bahan infeksius dapat dieliminasi dengan baik yang tidak dapat dilakukan dengan metode lainnya. B. Pemanasan basah Merupakan pemanasan dengan tekanan tinggi, contohnya adalah dengan menggunakan autoklav. Sterilisasi dengan metode ini dapat digunakan untuk sterilisasi biohazard bakteri limbah hasil praktikum dan alat-alat yang tahan terhadap panas bluetip, mikropipet, pembuatan media, dan sterilisasi cairan. Pemanasan yang digunakan pada suhu 1210C selama 15 menit Tille, 2017. Pemanasan basah dapat menggunakan i. Autoklaf manual Metode ini menggunakan ketinggiian air harus tetap tersedia di dalam autoklaf. Sterilisasi menggunakan autoklaf manual tidak dapat ditinggal dalam waktu lama. Autoklaf manual setelah suhu mencapai 1210C setelah 15 menit, jika tidak dimatikan maka suhu akan terus naik, air dapat habis, dan dapat meledak. ii. Autoklaf digital/otomatis Alat ini dapat diatur dengan suhu mencapai 1210C selama 15 menit. Setelah suhu tercapai, maka suhu akan otomastis turun sampai mencapai 500C dan tetap stabil pada suhu tersebut. Jika digunakan untuk sterilisasi media, suhu ini sesuai karena untuk emmbuat media diperlukan suhu 50-700 C. Gambar 9. Autoklaf manual dan otomatis 2. Radiasi Radiasi ionisasi digunakan untuk mensterilkan alat-alat berupa bahan plastic seperti kateter, plastic spuit injeksi, atau sarung tangan sebelum digunakan. Contoh radiasi ionisasi adalah metode pada penggunaan microwave yaitu dengan menggunakan panjang gelombang pendek dan sinar gamma high energy. 3. Filtrasi penyaringan Metode ini digunakan untuk sterilisasi bahan-bahan yang sensitive terhadap panas seperti radioisotope, kimia toksik. i. Filtarsi berupa cairan dengan menggunakan prinsip melewatkan larutan pada membran selulosa asetat atau selulosa nitrat. ii. Filtarsi berupa udara dengan menggunakan high-efficiency particulate air HEPA untuk menyaring organisme dengan ukuran lebih besar dari µm dari ruang biology savety cabinet BSCs b. Sterilisasi dengan metode kimiawi 1. Uap formaldehide atau hydrogen peroksida digunakan untuk sterilisasi filter HEPA pada BSCs. 2. Glutaraldehyde bersifat sporisidal, yaitu membunuh spora bakteri dalam waktu 3-10 jam pada peralatan medis karena tidak merusak lensa, karet, dan logam, contohnya adalah alat untuk bronkoskopi. Jenis Desinfeksi dan fungsinya Desinfeksi dengan metode fisika dilakukan dengan 3 cara yaitu Merebus pada suhu 1000 C selama 15 menit dapat membunuh bakteri vegetative. Pasteurisasi pada suhu 630C selama 30 menit atau 720C selama 15 detik yang berfungsi membunuh patogen pada makanan namun tidak mengurangi nutrisi dan rasa dari makanan tersebut. Menggunakan radiasi non-ionisasi seperti ultraviolet UV. Sinar ultraviolet memiliki panjang gelombang yang panjang dengan low energy. Contohnya adalah untuk membunuh bakteri yang ada di permukaan BSCs. Sehingga, sebelum menggunakan BSCs, sinar UV harus dinyalakan terlebih dahulu yaitu kurang lebih 30 menit sebelum penggunaan. Desinfeksi dengan metode kimiawi Desinfeksi dengan metode kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan desinfektan. Bahan yang termasuk dalam desinfektan yaitu Etil alcohol 70% lebih efektif dibandingkan dengan etil alcohol 95%, hal ini dikarenakan kemampuan air H2O dalam menghidrolisis ikatan protein dari mikroorganisme. Sehingga, proses membunuh mikroorganisme menjadi lebih efektif. Aldehid yang berupa glutraldehid dan formaldehid memiliki kemampuan iritasi yang besar sehingga tidak digunakan sebagai antiseptic. Halogen, seperti chlorin dan iodine merupakan desinfektan yang seringali digunakan. Persiapan sebelum dilakukan operasi seringkali menggunakan kombinasi etil alcohol 70% diikuti dengan povidon-iodine. Logam berat, contohnya adalah air raksa. Karena logam ini sangat berbahaya bagi lingkungan, maka penggunaannya sebagai desinfektan tidak direkomendasikan. Namun dalam keadaan konsentrasi sangat rendah misalkan silver nitrat 1%, masih efektif digunakan dalam pengobatan konjungtivitis neonatorum karena Neisseria gonorrhoeae. Desinfektan yang digunakan pada kulit disebut sebagai antiseptik. Antiseptik didefinisikan sebagai bahan yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang menempel pada jaringan hidup, contohnya adalah kulit. Mekanisme kerja dari antiseptic sebagian besar adalah menghambat pertumbuhan dari mikroorganisme bakteriostatik namun dapat juga membunuh bakteri bakterisidal. Referensi Tille, P. M. 2017. Bailey & Scott’s Diagnostic Microbiology. In Basic Medical Microbiology fourteenth, p. 45. St. Louis Missouri Elsevier.

BagianBagian Eskalator dan Fungsinya. 1. Landing Platforms. Bagian pertama adalah landing platforms atau landasan dari semua komponen yang mendukung fungsi kerja eskalator. Komponen ini akan menjadi tempat dimana gir dan motor yang menggerakan eskalator berada. Platform ini terdiri dari sebuah plat dan combplate.

Ketahui apa saja jenis jenis peralatan laboratorium yaitu Steam Sterilizer dan fungsinya, simak pembahasannya di artikel berikut ini. Langkah pertama dalam pembahasanya kita disini harus mengetahui terlebih dahulu apa fungsi kegunaan dari Steam Sterilizer secara umum yaitu sebagai berikut. Pengertian Steam Sterilizer Steam Sterilizer adalah tabung pemanas listrik perendaman internal. Peralatan menghasilkan uap jenuh bertekanan untuk tujuan disinfektan, Ini memiliki fitur efek yang andal, mudah dibawa & dioperasikan. Tahan lama & pandangan yang bagus, dll, yang membuatnya ideal untuk klinik, rumah sakit & lembaga penelitian ilmiah, dll. Untuk mensterilkan instrumen bedah, dressing, dan gen budidaya, dll. Fungsi dan Kegunaan Steam Sterilizer Cara kerja steam sterilizer adalah dengan menghasilkan uap panas untuk menghilangkan sisa lemak susu dan kuman yang tak kasat mata sehingga botol menjadi steril. Tentunya suhu yang dihasilkan dari steam sterilizer tidak sepanas suhu merebus botol susu sehingga proses steam sterilizer lebih aman untuk botol susu si Kecil. Jenis Jenis alat Steam Sterilizer Untuk mengetahui contoh jenis jenis alat Steam Sterilizer terdapat beberapa alat dengan seri dan fungsinya masing masing yang bisa anda lihat sebagai berikut diantaranya 1. Vertical Pressure Steam Sterilizer Gambar Vertical Pressure Steam Sterilizer Fitur Struktur baja paduan tinggi sepenuhnya tahan digital status kerja, sentuhan manual atau otomatis dan udara dingin, dan pelepasan uap secara otomatis setelah secara otomatis dengan bunyi bip yang mengingatkan perlindungan mematikan elemen pemanas untuk mengurangi ketinggian penutup atas saat mulai saat pelindung tekanan dan ketinggian dua keranjang sterilisasi stainless dioperasikan, aman dan pengeringan bersifat opsional, yang dapat dilengkapi sesuai dengan permintaan pelanggan. Spesifikasi 2. Vertical Pressure Steam Sterilizer Gambar Vertical Pressure Steam Sterilizer FItur Struktur baja tahan karat roda tangan dari struktur pintu terbuka kunci pengaman digital status kerja, sentuhan tipe & tekanan berlebih otomatis – aman dari kekuranga secara otomatis dengan bunyi bip yang mengingatkan discharge the cool air,and steam discharging automacally aer untuk sterilisasi instrumen medis, produk kapas stainless steel SUS304/AlSl 304 24 bulan. 13. Kemungkinan untuk menginstal sistem pengeringan sesuai permintaan. Spesifikasi 3. Table Top Steam Sterilizer Gambar Table Top Steam Sterilizer Fitur Kursus sterilisasi Sterilisasi otomatis dikendalikan oleh komputer, mudah maksimum 134C, cocok untuk sterilisasi flash 4-6 yang aman dari kekurangan perangkat pelindung otomatis dengan suhu berlebih dan tekanan sterilisasi secara otomatis akan memotong daya dan kemudian baja tahan karat sepenuhnya. Spesifikasi 4. Portable Pressure Steam Sterilizer Gambar Portable Pressure Steam Sterilizer Fitur Struktur baja tahan karat atau LPG tekanan indikasi skala dioperasikan, aman dan terpercaya. Spesifikasi 5. Portable Pressure Steam Sterilizer Gambar Portable Pressure Steam Sterilizer Fitur Struktur baja tahan karat roda tangan dari struktur pintu terbuka indikator menunjukkan status tekanan indikasi skala waktu 0~60 secara otomatis dengan peringatan bip setelah dioperasikan, aman dan terpercaya. Spesifikasi 6. Portable Pressure Steam Sterilizer Gambar Portable Pressure Steam Sterilizer Fitur Struktur baja tahan karat tekanan indikasi skala dioperasikan, aman dan terpercaya. Spesifikasi Nah itulah beberapa contoh jenis jenis peralatan laboratorium yaitu steam sterilizer dan fungsinya yang bisa anda ketahui, dan bagi anda yang tertarik dengan produk tersebut kami disini menjual juga peralatan lab, untuk megetahui informasi terkait harga dan penawaran steam sterilizer anda tinggal hubungi kami dibawah ini.
Sebuahautoklaf tersusun atas beberapa bagian yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Dan berikut bagian-bagian dari autoklaf secara umum yang perlu diketahui beserta fungsinya. 1. Kabel Tenaga (Power Cord) Kabel tenaga merupakan kabel yang khusus digunakan oleh autoklaf jenis listrik yang memanfaatkan listrik sebagai sumber tenaga.
Salah satu alat Sterilisasi yang cukup banyak digunakan di berbagai bidang adalah Autoclave atau Autoklaf. Autoclave adalah alat sterilisasi yang digunakan dalam metode sterilisasi secara panas basah atau panas uap. Kalau kita lihat bentuknya hampir mirip dengan dandang tertutup dengan ukuran yang besar. Di dalamnya terdapat elemen pemanas, di bagian tutupnya terdapat Pressure Gaug dan katup pelepas tekanan. Sebelum anda memutuskan untuk membeli alat ini, ada baiknya simak penjelasan tentang bagian – bagian autoclave dan fungsinya berikut ini. Mengenal Bagian – Bagian Autoclave Dan Fungsinya Masing – Masing Di pasaran terdapat banyak macam model, tipe dan merk autoclave. Terkadang tipe satu dan yang lainnya memiliki fitur berbeda. Namun demikian, komponen atau bagian – bagian dalam sebuah autoclave standar sebagai berikut 1. Tombol ON / OFF Tombol ini berfungsi untuk menghidupkan Autoclave. Tombol ini ada pada seluruh jenis Autoclave, baik autoclave manual bukan autoclave bakar atau autoclave yang sudah menggunakan sistem digital pemrograman. 2. Tombol Pengatur Waktu Pada beberapa jenis Autoclave terdapat tombol pengatur waktu. Tombol ini berfungsi untuk mengaktifkan pengatur waktu. Jadi, ketika tombol ini diaktifkan, pengatur waktu dapat berfungsi secara otomatis . Tombol ini terdapat pada jenis autoclave semi otomatis. 3. Pengatur Waktu timer Bagian ini berfungsi untuk mengatur berapa lama yang akan digunakan untuk sterilisasi. Prosedur sterilisasi menggunakan autoclave umumnya berkisar antara 15 hingga 30 menit dalam satu periode waktu sterilisasi. 4. Pengatur Suhu kontrol suhu Pengatur suhu pada jenis autoclave digital digunakan untuk menentukan besarnya suhu sterilisasi. Sekaligus memberikan perintah pada Autoclave untuk memulai sterilisasi ketika suhu yang diinput sudah tercapai. Pada Autoclave semi otomatis pengatur suhu digunakan untuk mempertahankan suhu tetap stabil 5. Penutup Autoclave Bagian ini memiliki pont yang sangat penting. Tutup ini berperan untuk menutup autoclave dari bagian atas sedemikian sehingga uap panas dan tekanan tidak keluar bocor. 6. Penunjuk Tekanan Pressure Gauge Bagian autoclave yang satu ini terdapat di bagian tutup Autoclave. Pressure Gauge berfungsi sebagai penunjuk tekanan dalam autoclave saat proses sterilisasi berlangsung. 7. Katup Pelepas Uap Selain terdapat pressure gauge di bagian tutup autoclave juga terdapat komponen berupa katup yang berjumlah dua. Katup ini berfungsi untuk melepaskan tekanan uap ketika proses sterilisasi berlangsung. Katup ini juga dapat berfungsi sebagai pengatur tekanan ketika terjadi Over Pressure. 8. Sekrup Pengaman Di bagian atas body Autoclave terdapat Sekrup yang didesain secara khusus untuk mengklem dan mengunci tutup autoclave agar kencang, rapat dan tidak bocor. Jumlah sekrup ini cukup banyak. Melingkar di seluruh lingkaran dandang atau bejana tekan. 9. Termometer Penunjuk Suhu Komponen ini berfungsi untuk mengukur suhu sterilisasi. Pada autoclave digital pengatur suhu, penunjuk suhu terhubung dengan timer dan juga sistem terpadu yang menjadikan autoclave bekerja secara otomatis. 10. Elemen Pemanas Di bagian bawah Bejana Tekan terdapat elemen pemanas super yang berfungsi memanaskan air hingga mendidih sehingga terjadilah uap panas yang mengalir ke seluruh permukaan alat yang disterilkan. 11. Power Cord Di bagian luar terdapat Slot untuk mengubungkan kabel power dari autoclave ke stop kontak listrik. 12. Kran Pembuangan Di sebagian autoclave dilengkapi dengan kran pembuangan yang terdapat di bagian bawah luar body atau bejana. Komponen ini berfungsi untuk mengeluarkan sisa air ketika proses sterilisasi telah selesai. Baca juga Cara sterilisasi menggunakan Autoclave Nah itulah ulasan tentang bagian – bagian autoclave dan fungsinya yang umumnya terdapat pada sbuah Autoclave, alat sterilisasi uap atau steam disinfector. Bila anda membutuhkan informasi produk Autoclave terbaru baik untuk kebutuhan medis, klinik, industri langsung saja hubungi kontak kami untuk tanyakan langsung informasi lebih lengakapnya. ahQH73.
  • xwhct7l25o.pages.dev/206
  • xwhct7l25o.pages.dev/607
  • xwhct7l25o.pages.dev/228
  • xwhct7l25o.pages.dev/787
  • xwhct7l25o.pages.dev/697
  • xwhct7l25o.pages.dev/854
  • xwhct7l25o.pages.dev/132
  • xwhct7l25o.pages.dev/702
  • bagian bagian sterilizer dan fungsinya